Pengalaman Pahit dalam HRAM Sambadha 3

Winayajayasakti.org - Salam Pramuka! Salam sejahtera buat kakak pembaca semua!

Dalam postingan kali ini kami mau sedikit cerita tentang keiatan kami saat mengikuti Lomba Hiking Rally Adiwiyata Mandiri III di pangkalan SMAN 1 Pandeglang. Sejak awal kegiatan ini menyebarkan surat undangan lomba sudah aneh karena awalnya hanya menyebarkan surat undangan tanpa Juknis kegiatan. Karena yang menyebarkannya anggota WJS juga yaitu Kak Nana Suryana kita kasih saran waktu itu dia dan rekannya menyebar surat Undangan saat Upacara Peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarcab Pandeglang, dan alhamdulilah di dengar. kurang dari 1 minggu kak Nana datang ke Pangkalan kami dengan membawa Juknis Lomba. tetapi ternyata di dalamnya masih belum jelas tentang rincian pelaksanaan lombanya. Meski dengan kekurangan informasi lomba seperti itu kami tetap ingin mengikuti lomba karena menghargai beberapa Anggota WJS yang terlibat dalam kepanitiaan HRAM. 

Teknikal Meeting
Tekmit HRAM ini dilakukan hari sabtu 8 September 2018 sekitar jam 2 siang, WJS diwakili oleh Kak Bayu dan Kak Hadli. ternyata di dalam Teknikal Meeting ini juga penjelasan awal kegiatan oleh panitia masih kurang jelas dan kurang detail, seperti apa yang dilombakan di Pos-pos dan format penilaian tidak disajikan. Mengutip komentar dari perwakilan SMPN 1 Mandalawangi bahwa menurutnya persiapan Lomba ini masih terasa mentah. menurut SMPN 1 Baros lomba ini masih kurang terasa Pramukanya. Kami hanya bisa memaklumi karena mungkin panitia masih penegak dan kurang pengalaman dalam penyelenggaraan Lomba.

Proses Latihan
Sebenernya lomba ini tergolong mudah karena semua berbasis Soal Pengetahuan, diantaranyan PU, PK, Bioteknologi, Adiwiyata dan Saka Kalpataru. Regu utama kita saat lomba ini berlangsung sedang mengikuti kegiatan Kemah Budaya Nasional, sehingga kita mengirimkan Regu lapis ke dua. Begitu pula dengan Regu Putri karena banyak yang mengikuti acara Kesenian di sanggarnya, Regu lapis kedua yang diikutkan.

Regu Putra dengan nama Badak Cula Emas diwakilkan oleh Reza, Rizal, Satrio, Nashrul, Azmi, dan Fatwa. Regu Putri dengan nama regu Mawar Duri Emas diwakilkan oleh Imey, Via, Shellin, Mareta, Sabina dan Anida. kita juga mengajak Official Team yaitu Alby dan Ernanda.

Kami adalah Pangkalan yang bisa dibilang minim yel-yel sedangkan dalam lomba ini ada lomba Yel-yel dan maka dari itu kami berlatih Yel-yel meski masih dirasa kurang banyak. Karena tidak terbiasa dengan Yel-yel kami juga masih kaku dan kurang bersemangat.

Proses dukungan Vote Instagram
Dalam lomba ini juga ada kategori Pangkalan Favorit, nah jadi yang paling banyak like di instagramnya Pramuka Sambadha menjadi pemenang. Foto yang di upload menggunakan desain bingkai yang sudah disiapkan Panitia, berikut foto Pangkalan kami :
Foto yg dipakai untuk dipost

Hari-H
Regu putra menginap disekolah pada malam sebelum perlombaan. kami sudah kumpul di sekolah jam 6 pagi dan berlatih Yel-yel dihalaman sekolah.
Sebelum berangkat
Sekitar jam 6.30 Kita berangkat menuju lokasi perlombaan dengan berjalan Kaki karena jaraknya dekat. Datang di lokasi lomba kita registrasi terlebih dahulu dan mendapatkan nomor peserta, lalu diantar ke Lapangan Utama untuk persiapan Upacara. teryata cukup lama Gladi bersih upacaranya, dan akhirnya saat Upacara Pembukaan Kak Via dari regu Putri Pingsan dan dibawa ke ruang UKS. ternyata dia belum sempat sarapan. Upacara Pembukaan dibuka oleh Kak Dodo Djuanda selaku ketua Kwarcab Pandeglang.
Kak Reja bertindak sebagai Pinru dalam lomba ini
Selesai Upacara peserta dipersiapkan untuk Lomba Yel-yel, masih di lapangan Utama. Setelah lomba Yel-yel peserta berangkat melakukan penjelajahan. Memang ga terlalu jauh sih rute nya, jadi sekitar jam 12 tim kita sudah kembali ke SMA. Selama perjalanan mereka juga turut mengumpulkan sampah, dari sampah mereka dan sampah yang mereka lihat dijalan. Karena ini kan lomba adiwiyata maka dari itu kita harus menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan. Selama perjalanan tim kita juga hanya Istirahat di pos dan tidak dijalan. Selain itu kita juga tetep ber yel-yel ria sepanjang jalan sesuai dengan arahan Panitia.

Setelah tiba di SMA, tim Shalat dan istirahat sambil menunggu makan. Sungguh nyaman memang di SMA 1, sekolah hijau dan adem. Tak lama kemudian Pembina kita Kak Dindin bawa makan siang dengan menu Nasi Padang. Semua makan dengan tertib dan tetap menjaga kebersihan, bahkan di area wastafel itu ada genangan air di keramik, kami yang ngepel dan membersihkan meskipun yang ngotorin dari sekolah lain. 

Berikut Foto-foto kegiatan:























Cukup lama menunggu semua peserta datang dan proses rekapitulasi nilai, sekitar jam 3 kita kelapangan buat yel-yel dan setengah 4 sore kita dikumpulkan dilapangan untuk acara Hiburan. Setelah itu Upacara penutupan dan pengumuman kejuaraan.

Hasil pengumuman saya rada lupa, yang pasti kita tidak mendapat Apapun. Begitu juga dengan SMPN 2 Rangkas dan SMPN 5 Mandalawangi yang merupakan sahabat baru WJS. Sesudah pengumuman dan ditengah Euforia kemenangan lawan Kak Bayu, Kak Hadli dan pembina SMPN 2 Rangkas mendatangi panitia untuk meminta Rekap Nilai. Kami meminta Rekap Nilai untuk melihat nilai tim kami, sebagai bahan Evaluasi untuk kedepannya. Tidak ada niatan dari kami untuk protes hasil kejuaraan, tapi setelah meminta Rekap, kita dioper-oper, karena mereka tidak tahu rekapnya ada dimana kata panitia dan bahkan kedua Pembina. 

Setelah kita tunggu rada lama,Intinya Pembina Putra datang dan menjelaskan bahwa Rekap gak bisa dikasih hari itu. Ya kita jadi berpikiran aneh, tadi sudah diumumkan Kejuaraan tapi Rekapnya gak ada? lalu dari manakah dasar pengumuman Juara tersebut? 

setelah perdebatan panjang yang juga tetep ujungnya tidak bisa memperlihatkan Rekap Akhir, tapi mereka janji akan menginformasikan rekap Nilai dalam waktu dekat ini. Lomba sudah lebih dari 1 bulan yang lalu, sampai hari ini, rekapitulasi tidak pernah datang ke Gugus Depan kami. 

Beberapa sekolah yang marah akan ketidak terbukaan dalam perlombaan ini diantaranya SMPN 2 Rangkas, SMPN 1 Serang, SMPN 5 Mandalawangi masih kesel sampai sekarang karena kita tetep berkomunikasi dengan mereka. Sebenarnya meskipun Rekap diserahkan, tetapi di publikasikan di lain hari tentu akan timbul kecurigaan adanya permainan nilai perlombaan. Seharusnya karena ini lombanya hanya menjawab soal, semua hasil jawaban dari peserta diserahkan kembali di sertai kunci jawabannya. dan dibagikan hasil Rekapnya biar semua peserta dapat menerima hasil perlombaan tanpa ada kecurigaan dan pikiran negatif terhaadap panita. 

Kegiatan ini kita jadikan pembelajaran sebagai Contoh Penyelenggaraan Lomba yang tertutup, dan juga kita jadikan pengalaman, menambah sahabat Pramuka Baru, meningkatkan kepedulian terhadap Lingkungan, serta Pelajaran bagi kita agar kedepannya bila ada Lomba ini lagi, KITA TIDAK USAH IKUT!

Sekian cerita pengalaman Pahit dalam HRAM Sambadha 3, Salam Pramuka!


Posting Komentar

0 Komentar