Sikap Kesatria (Cerita Api Unggun no.20)

Salam Pramuka !

winayajayasakti.org- Kisah kesatria (Knight) dimulai dari jaman Raja Arthur, seorang raja yang bijaksana pemimpin para kesatria yang dikenal dengan sebutan Ksatria Meja Bundar (Kurang lebih 1600 Tahun yang lalu). Ksatria Meja Bundar yang legendaris diciptakan oleh Merlin dahulu kala, di pusat Camelot. Ia menciptakan bundar untuk melambangkan kebulatan dunia dan setiap orang yang duduk di meja dianggap seimbang di dunia yang luas ini. Karena di meja persegi panjang, akan selalu ada ‘kepala meja’ untuk satu orang yang berada diatas orang-orang lainnya. 

Dengan penciptaan meja bundar, Merlin mempromosikan ide dimana tidak peduli status anda, bila anda dianggap mampu, anda dapat berdiri seimbang dengan Raja dan Penguasa lainnya yang duduk di meja bundar. Setelah Raja Uther meninggal, Merlin menyerahkan penyimpanan meja bundar kepada Raja Leodegrance, pengikut setia dari Raja Uther.

Semua orang, tidak peduli dari statusnya, dapat menjadi ksatria setia Raja. Mereka hanya perlu membuktikan bahwa mereka cukup berani dan bersumpah untuk hidup mematuhi aturan dalam Kode Ksatria. Mereka harus hidup berdasarkan peraturan yang berisi:

  1. Untuk tidak memiliki kemarahan dan tidak membunuh diluar pertempuran atau dalam duel terhormat
  2. Tidak berkhianat (terhadap Negara dan Raja)
  3. Tidak kasar secara sengaja pada orang lain dan memberikan pemaafan untuk mereka yang memintanya, bahkan dalam duel.
  4. Untuk membantu wanita yang memerlukan bantuan
  5. Untuk tidak kasar kepada wanita
  6. Tidak bertempur atas hal lain selain untuk Raja dan Negara

Saat pemerintahan Raja Arthur, Ksatria Meja Bundar adalah pusat dari operasi, tempat dimana mereka bertemu dan memutuskan siapa yang akan menangani misi.

Ketika Raja Arthur diberikan Meja Bundar, dengan 150 Ksatria, ia juga diberikan 100 Ksatria oleh Raja Leodegrance. Dalam waktunya di Meja Bundar, ksatria yang paling terkenal yang terbukti dari misi dan duel yang dilakukan adalah Raja Arthur, Sir Lancelot, Sir Gawain, Sir Geraint, Sir Percival, Sir Bors, Sir Lamorak, Sir Kay, Sir Gareth, Sir Bedivere, Sir Gaheris, Sir Galahad, Sir Tristan dan Sir Mordred.

Kisah Ksatria inilah yang mendasari jiwa kepanduan dunia dan membuat BP ingin setiap pandu di Dunia memiliki Jiwa Ksatria dan menerapkan semboyan Kesatria yaitu :

  1. Selalu waspada walau disaat istirahat
  2. Dapat dipercaya
  3. Melindungi orang miskin dan lemah
  4. Menolong orang yang tidak bisa melindungi diri
  5. Jangan melukai atau menghina orang lain
  6. Bersedia untuk bertempur demi negaranya
  7. Sedia untuk bekerja kera
  8. Lebih baik mati terhormat, dari pada hidup hina dina.
semboyan inilah yang akhirya mengilhami undang-undang pandu (dasadharma). Kesopanan dijunjung tinggi, sopan terhadap wanita, serta melindungi anak-anak. seorang ksatria juga selalu murah hati dan mengucapkan terima kasih. 

sekian Artikel sederhana tentang Sikap Kesatria yang terdapat pada bukunya Baden Powell yaitu Scouting For Boys. 

Salam Pramuka!

Souce : Boyman (Bob Sunardi), Kingofavalon.game

Posting Komentar

0 Komentar