8 Fakta tentang Ular


Sebagian orang mengatakan bahwa ular adalah hewan yang menakutkan, menjijikkan, menggelikan, dan sebagainya. Namun tidak semua jenis ular patut untuk dimusuhi. Karena pada dasarnya ular hanya menyerang saat dia merasa terusik. Akan tetapi itu berlaku untuk beberapa jenis ular saja, selebihnya hanya akan defence atau melindungi diri.

Banyak fakta ular yang tidak banyak orang tahu. Kebanyakan dari Anda akan bergidik dan langsung membunuh setiap melihat hewan melata ini. Padahal, ular juga merupakan salah satu kekayaan Indonesia. Berikut adalah fakta-fakta ular yang perlu Anda tahu.


Ular tidak takut garam
Banyak mitos yang mengatakan bahwa jika menaburkan garam di sekeliling maka akan aman dari gangguan. Faktanya, ular tidak takut pada garam. Sebab pada dasarnya ular bukanlah jenis hewan yang berlendir atau yang biasa disebut moluska. Sehingga, garam tidak akan semerta-merta mengusir ular.

Ular tak bisa mendengar

Ular tidak memiliki daun telinga, sehingga tidak ada cerita yang mengatakan bahwa ular akan menyerang dalam keadaan bising. Ular hanya merasakan getaran udara melalui organ bagian dalam yang disebut Membran Typhani. Selebihnya, ular akan mendeteksi segala sesuatu yang ada di sekitarnya dengan menggunakan lidahnya yang bercabang.

Itulah sebabnya mengapa ular sering menjulurkan lidah. Sebab lidah tersebut digunakan untuk menghimpun informasi melalui partikel udara.


Ular tidak berlendir

Banyak yang bergidik dan ogah memegang ular meskipun jinak sejak kecil. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa tubuh ular itu berlendir. Faktanya, kulit ular benar-benar kering.

Mengapa nampak mengkilat? Hal ini disebabkan oleh pantulan cahaya yang menimpa sisik ular yang sangat halus. Sehingga akan terlihat seperti berlendir. Pada dasarnya, ular tidak memiliki kelenjar keringat layaknya manusia.


Tidak semua ular bertelur
Hukum alam mengatakan bahwa semua reptil bertelur. Faktanya ada beberapa jenis ular yang justru beranak. Akan tetapi tidak murni beranak. Sebab dikatakan bahwa jenis ular seperti ular kadut, ular boa, dan beberapa jenis lainnya bertelur dan menetaskan telurnya di dalam tubuh induknya. Sehingga saat sang induk mengeluarkan anaknya, akan langsung berbentuk ular, bukan lagi telur.

Ular mampu menelan mangsa 10 kali dari kepalanya
Itulah sebabnya ada ular yang mampu menelan buaya secara utuh. Sebab ular memiliki struktur rahang yang elastis. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa rahang atas dan rahang bawah pada ular tidak saling menyatu. Hanya disatukan oleh otot saja. Bahkan rahang ular mampu mambuka hingga 150 derajat.

Ular gak main keroyokkan
Ular adalah hewan solitaire, artinya mereka lebih suka melakukan segala sesuatunya sendiri. Lebih tepatnya lagi, ular bukan jenis hewan yang berkelompok seperti mamalia. Sehingga dalam urusan mencari mangsa pun, ular tidak membutuhkan rekan-rekannya.
Diketahui, induk ular akan meninggalkan anak-anaknya yang baru dilahirkan untuk bisa hidup mandiri dan mencari makan sendiri. Itulah sebabnya ular disebut predator karena sudah terlatih sejak kecil. Meski mereka akan tetap hidup sendiri.
Posisi ular saat akan menyerang
Anda harus tahu bagaimana posisi ular yang hendak menyerang. Hampir semua ular akan membetuk posisi seperti huruf 'S' pada kepala hingga lehernya. Hal ini berfungsi untuk ancang-ancang untuk menyerang.

Apabila Anda mendapatai ular tidak dengan posisi seperti itu, Anda tidak harus membunuh ular tersebut.

Ular paling aman di dunia

Ball Python, adalah jenis ular python yang sama sekali tidak berbahaya. Sekalipun Anda menjumpainya di hutan, Anda tidak perlu takut, justru ular inilah yang takut pada Anda.

Ball Python atau disebut Sanca Bola akan menggulung badannya apabila merasa terganggu. Ular asal Afrika ini memiliki bentuk yang lucu dan imut sebab panjang maksimalnya hanya 1,5 meter (cenderung bonsai) namun badannya gemuk. Apabila Anda ingin memlihara ular ini, sangat diperbolehkan sebab sama sekali tidak berbahaya.

Posting Komentar

0 Komentar