Menaksir 2 Special Teknik dari Pasukan Khusus Pramuka UIN Malang

1. Menaksir
Menaksir adalah meng-agak-agak/mengira-ngira. Oleh karena itu apabila hasilnya berselisih beberapa sentimeter (dalam pengukuran besar) maka hasil penaksiran dianggap baik.
Dibawah ini akan kita bicarakan
1.Menaksir lebar
2.Menaksir tinggi
3.Menaksir arah/mata angin

1.MENAKSIR LEBAR
1.
a.Tetapkan check point di seberang sungai
b.Jadikan tempat berdiri pada titik B
c.Buat sudut 900 dan bergerak ke C sebanyak X langkah
d.Lanjutkan melangkah ke D sebanyak ½ X langkah
e.Dari titik D buat sudut 900 dan bergeraklah mundur sambil mengintai ke point A dan C
f.Berhenti setelah A : C dan E berada di satu garis lurus (dengan demikian lebar sungai AB=2DE)
2.
a.Tetapkan check point A
b.Jadikan tempat tegak pada point B
c.Menghadap ke kiri dengan sudut 900 kemudian berjalan mundur
d.Berhentilah apabila telah dapat membuat sudut 450,jika diproyeksikan ke titik A
e.Titik tersebut dinyatakan sebagai titik C. Dengan demikian maka dalam segitiga ABC di atas, sudut A juga = 450 karena itu sisi AB = BC jadi lebar sungai AB = BC
3.
a.Dengan pandangan melalui ujung topi, tentukan sebuah check point A di seberang sungai
b.Berputarlah ke tepi yang lain dengan sikap tubuh dan topi yang sama
c.Suruh seorang teman menuju ke titik di hujung pandangan melalui topi tersebut
d.Titik tersebut kita anggap C, maka BA = BC = radius
2.MENAKSIR TINGGI
1.Menaksir Tinggi Pohon
a.Tetapkan 11 unit (meter,langkah dan lain-lain) dari A ke satu titik yang datar
b.Titik tersebut dinyatakan D, suruh teman memegang /menegakkan tongkat Pramuka pada titik D
c.Lanjutkan 1 unit lagi ke titik C
d.Dari titik C, seorang teman mengintai kepuncak pohon (b) melalui tongkat yang ditegakkan pada D
e.Tandai bagian tongkat yang dilalui garis CB. Bagian tersebut adalah E. Dengan demikian tinggi pohon tersebut AB = 12 DE.



2.Menaksir Tinggi Tiang Listrik
a.Tinggi tongkat AB = 160 cm
b.Panjang bayangannya = 20 cm
Jadi perbandingannya = 20 : 160 = 1: 8
Panjang bayang-bayang tiang listrik = 1,20 m = 120 cm
Jadi panjang tiang listrik = 120 x 8 = 960 cm = 9,6 m.



3. Menaksir Tinggi Bukit
a.Tentukan suatu benda (pohon,tongkat,orang dll) yang berdiri tegak pada suatu jarak dari bukit untuk ditaksir tingginya dengan tangan direntangkan ke depan
b.Melalui pengamatan tinggi pohon AB dialat pengukur terlihat 5 cm,sedangkan tinggi pohon diketahui 2,5 meter. Jadi perbandingannya = 5 cm : 250 cm = 1 : 50
c.Pada alat pengukur, tinggi bukit AC terlihat 35 mm. Jadi tinggi bukit AC = 35 x 50 = 1.750 cm = 17,5 m.
Keterangan :
Pohon diganti dengan orang yang ketinggiannya dianggap sama =2,5 meter yang pada rol terwakili xy, bukit AC pada rol adalah xz.
3.MENAKSI ARAH/MATA ANGIN
Arah/mata angin dapat ditetapkan dengan bantuan gugusan bintang,antara lain: Biduk Besar; Salib Selatan; Orion dan lain-lain.
Apaila salah satu rasi bintang terlihat dan arah dapat diketahui, maka arah lainnya tentu dapat ditentukan. Di hutan lebat, misalnya: pucuk daun megarah ke timur. Demikian juga batang-batang kayu yang jarang terkena sinar berlumut.
Keterangan :
Titik-titik yang menghubungkan bintang-bintang sebenarnya tidak ada. Jika digambar ada itu suatu hayalan hanya untuk menghubungkan satu dengan yang lain.
Garis lurus yang ditarik dari bintang ke kaki langit juga dimaksudkan sebagai garis proyeksi untuk menetapkan titik potong yang tepat di kaki langit.
Rasi-rasi bintang,seperti yang tertera pada gambar tidak selalu tampak pada saat yang bersamaan.
Untuk menjelaskan sambil menunjuk jumlah bintang dalam satu rasi yang sama, anda sebaiknya menggunakan senter. Pilihlih malam-malam di bulan kemarau karena pada saat itu langit terang dan bintang-bintang akan tampak jelas.
ORION
Di sepanjang lintasan Matahar
Salib selatan disebut juga GUBUK PANCENG dan bahasa asinnya adalah SOUTHERN CROSS. Berhati-hatilah dalam meneptapkan bintang tersebut, karena di sekitarnya banyak yang mirip. Perhatikan jumlah 5 (lima), sedang yang satu sangat kecil.
2. Peta-Pita
A. ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN
1.Pedoman atau kompas
2.Kertas atau buku tulis
3.Pensil dan penghapusnya
4.Table cheese atau papan dada
B. KETENTUAN-KETENTUAN
1.kertas atau buku tulis diagi dalam tujuh kolom, masing-masing kolom diisi dengan :
Kolom I : Nomor
Kolom II : Waktu
Kolom III : Arah
Kolom IV : Jarak
Kolom V : Rute kiri
Kolom VI : Rute kanan
Kolom VII : Keterangan/catatan
KETERANGAN
No : ditulis sejak tikungan pertama
Waktu : ditulis mulai berangkat
Arah : selalu dihitung dari arah utara menuju berapa derajat ke titik sasaran
Jarak : dihitung dari tikungan yang satu ke tikungan berikutnya
Rute kiri : digambar tanda-tanda topografi menurut benda yang ada di pinggir jalan
Rute kanan : SDA
Catatan : diisi dengan keadaan cuaca atau tempat atau pemandangan sekelilingnya
dan titik sasarannya sehingga pemeriksa tahu, lagi pula mengerti hanya
dengan melihat peta-pita yang anda buat dan cara menulisnya dari bawah
ke atas.
2.Pembuatan pita dimulai dari bawah dan digunakan pada suatu perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain yang dituju, maka peta-pita berbentuk panjang dan gulungan.
3.Penggunaan peta-pita lebih baik kita cantumkan peta rutenya seperti contoh. Sehingga permasalahannya cukup jelas dan terjamin.

Mau tahu tentang Pasuska UIN Malang lihat disini (klik aja kak fotonya)
Ceria

Posting Komentar

0 Komentar