Puisi Untuk Guru

Puisi Hari Guru 25 November Ada baiknya Berbagi Bersama akan memberikan Penjelasan Sedikit tentang apa sih hari Guru itu, Oke langsung Saja ya :

Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, serta tdak lupa TU Sekolah

GuruKu Yang SeTia
Guru….. kau telah mengajariku semuanya
Apa yang belum aku ketahui
Dari yang tidak bisa menjadi bisa
Setiap hari kau datang ke sekolah
Membawa Ilmu untuk Bangsa, Negeriku
Kesetiaanmu, pengorbanananmu terhadap bumi ini
Mencoba bersabar untuk mengorbankan semua Ilmu…
Guru tetaplah kau mengajarkan semua yang kau miliki
Untuk Kami, Kita muridmu tercinta…….

Puisi Hari Guru 25 November :

Mengajar tidak kenal erti lelah
Di mana saja sanggup berubah
Tanggungjawab terlaksana sudah
Memberi dorongan membawa wadah

Buah beluru buah sawa,
Minta sekati bawa ke darat,
Azam guru ke hujung nyawa,
Tabur bakti sampai ke akhirat.

Perahu sarat membawa ulam,
pucuk temu dengan siantan,
Guru ibarat sebatang kalam,
Tinta ilmu seluas lautan.

Jambatan panjang di Batang Rajang,
Sungainya banyak udang dan ikan;
Kepada Pendidik di Bumi Kenyalang,
Selamat Hari Guru saya ucapkan.

benang suasa benang bermutu,
dibeli dari pasar Bintulu,
lahir untuk menabur ilmu,
menjadi pedoman anak bangsaku.

Hendak pergi ke Singapura,
Singgah sebentar di Kuala Kangsar,
Berkorban demi nusa dan negara,
Guru Pembina Negara Bangsa.


gunung kinabalu, gunung santubong
tempat tinggal golongan sakti
hari guru hari penting
bagi mengenang jasa dan bakti  

pergi ke pekan membeli pua
walau mahal janganlah marah
wahai guru guru semua
usah mengalah teruskan langkah

Ada murid ada guru
Takda murid takda guru
Ada guru ada Mahaguru
Takda Mahaguru takada guru

Seronok dan bangga mengajar di pedalaman,
Tempat yang damai pelajarnya mesra,
Tahun lepas di Terengganu Darul Iman,
Hari Guru tahun ni di Pahang pula.


burung pipit burung helang,
terbang tinggi tidak sejajar,
biar sejuta rintangan menghalang,
tetapku gagah teguh mengajar.......

jenuh ke pantai mencari lokan,
mencari rezeki perut bergendang,
selamat hari guru saya ucapkan,
jasa budimu tetap ku kenang....

Batang Lupar menjadi sebutan,
Tempat bermain Si Bujang Senang;
Murid didahulukan prestasi ditingkatkan,
Guru Cemerlang Negara Terbilang




Guruku
Karya : Febri Apriansyah

Celah bersinar terlintas begitu terang
Secangkir kopi ditiup seiring detik jam
Panas menebal aktivitas pun datang 
Sebagai pembimbing penuh pertanggungjawaban

Apa yang engkau ucapkan
Semua yang engkau ajarkan
adalah amanah dan titipan

Hatimu senang saat aku bisa dan mengerti
Tapi rasa itu hilang saat aku menentang
Kerap kali aku membuatmu marah
Membuatmu membisu memikirkan aku

Bila tanpa dirimu jadi apa aku? untuk apa aku?
Dan itulah aku
Seakan awan yang bergoyang
Tak tentu arah dan tujuan

Segenggam cerita terurai bagai tinta
Diukir pada selembar kertas
Suatu hari nanti aku merindukan sosok dirimu
Sesosok budi yang terpuji
Dan dalam lamunan, aku bercermin di atas lantai

Kemarin. . . Hari ini . . . Bahkan nanti
Goresanmu tak akan pernah luntur

Garis penaku terasa lelah dan kaku, seakan enggan menggores
Tapi tidak untuk spidolmu.
Tak hentinya mengisi kekosonganku
Setiap kata demi kata tak akan putus akan tajamnya waktu
Jasamu akan terus tergores dalam terowongan waktu yang tak berujung

Hatiku begitu puas saat aku bisa menginjak bekas telapak kakimu
Menjadi sepertimu . . . 
Guruku. . .

Abadi Dalam Harum Nama

Guru pendidik mulia
sudah berabad lalu
bermandi keringat
meniti gigi hari
mendaki puncak tinggi
di merata lurah dan denai
menabur bakti
tanpa mau dipeduli.

Guru pendidik mulia
bukan untuk dipuja
atau di dewa-dewa
siang dan malarnnya
adalah perjuangan jua
rela meluah bahagia
menelan duka nestapa
dengan senyum dan takwa
biarpun sayup di hutan belantara.

Guru pendidik mulia
laksana kuntum kembang mekar
memuncak nama pembela sejahtera
abadi dalam harum nama.

Ismala
1988


Bunga Sirih untuk Guru

Guru adalah Ibu pengasuh budiman
guru adalah ratu lebah
lalu memujuk membelai kelopak
cinta kasih sayang
lilinnya berbunga sinar cahaya
madunya berbunga penawar jiwa.

Guru adalah penyu pengasih
lalu menabur bunga telur
baktinya segar mewangi
sepanjang pantal zaman.

Guru adalah lampu penyuluh
pedoman kehidupan
guru adalah pendakwah
lalu mengikut jejak Nabi Muhammad
memimpin insan
ke jalan lurus ke padang luas.

Bunga sirih bunga pirtang
terima kasih terima savang
budi bicara guru berjasa
kami sanjung tinggi.

J.M. Aziz
Rumah Puisi
Seberang Takir
Kuala Terengganu


Dia Seorang Guru

Dia seorang guru tua sebuah sekolab
terdidik dalam negeri tanpa berjela ijazah
penunggu setia sekolah desa bukan cuma ganiaran upah
tidak juga mengharap kemilau gelar dan anugerah
sekadar kerelaannya menggenggam suatu amanah

yang mengangkat harga diri dan maruah
dengan berbekalkan keyakinan dan hikmah
dengan kelkhlasan had dan pasrah
dengan tidak mengenal jemu dan penat-lelah
yang diperkirakan kepuasan diri membangun ummah
berlandas paksi yang jelas dalam tuju-arah.
Dia seorang guru pengganti ayah ibu
dia seorang guru pembentuk generasi baru
dia seorang guru pembina insan sepadu
dia seorang guru pewaris tamadun ilmu
yang terus hidup sepanjang waktu
diimbau berbunyi dilihat bertemu.

Ismail Haji Adnan
1989


Guruku

Seperti lilin
sewaktu waktu akan cair
gugur lalu membeku
sepi pun datang menutup pandang
tinggallah waktu
mengakhiri seJarah panjangnya.

Seperti engkau
sewaktu waktu penyuluh hidupku
betapa dalam kegelapan maya
engkau perkenalkan daku dengannya
suria dan bintang cakerawala
sehingga seluruh jagatraya ini
tiba-tiba menjadi milikku.

Kehadiranmu adalah suatu fitrah
lepas itu, engkau kutinggalkan
kukira engkau kesepian kini
mengakhiri sisa-sisa hidupmu
tanpa belaian kasih
ratusan anak-anakmu
yang telah engkau berikan obor.

Dan pagi ini kudakap wajahmu dalam kenangan
seorang anak yang pernah engkau lukai
kini pencintamu paling setia
sehingga ke akhir hayat.

Zam Ismail
Seremban
1985


Jasamu Dikenang

Segala bakti yang engkau curahkan
mengajar mendidik anak bangsa
segala jasa yang engkau taburkan
menjadi kenangan tak akan kami lupakan.

Engkau laksana pelita di malam gelita
memancarkan sinar sepenuh rela
jiwamu tabah hatimu cekal
kasihmu sud semangatmu berkobar
yang tak pernah mengenal erti putus asa
yang tak pernah meminta puji dan puja.

Jasamu tak akan luput dalam ingatan kami
sepanjang hayat mekar di sudut had
tiap sepatah katamu mengisi erti
tiap madahmu mengandungi hikmat
pembentuk peribadi penegak kebenaran
pengatur hidup petunjuk kebahagiaan.

Hanya kata-kata ini yang dapat kami lafazkan
terkumpul dari seribu hati menjadi satu
menadah tangan dengan doa restu
kepada Tuhan yang menjanjikan pembalasan
kepadamu guru-guru yang berjiwa mulia
pembimbing petunjuk ke arah maju jaya.

Jujur dan ikhlas engkau berbakti
di kota dan desa atau di huj'ung negeri
cekal dan tabah menempuh dugaan
hidupmu bagalkan pelita di tengah malam
membakar diri menerangi yang kelam
jasamu akan karra kenang sepanjang zaman.

Ahmad Sarju
Klang
1988


Pelita Sebuah

Dengan sinar cahaya
di malam gelita
kelip-kelip warnanya
menerangi kamar alam
sekian lama malam
merantai kegelapan
akhlrnya kukenal siang
berwajah suram
alangkah indahnya cluma
kuhhat di dalam terang.

Pelita sebuah
membawa cahaya ilmu
hutan menjadi terang
gua malam
bercahaya api
lautan menjadi tenang
gelombang clan karang
dapat direnang
kujelajahl malam
tanpa bimbang.

Ami Masra
UPM Serdang
1988


Guru oh Guru

Berburu ke padang datar,
Dapat rusa belang kaki;
Berguru kepalang ajar,
Ibarat bunga kembang tak jadi.

Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum menjadi dewasa.

Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetlaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di lbu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakill seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.

Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

Usman Awang
1979


Tidak Bosen Saya membaca Puisi Hari Guru 25 November ini yah karena ini merupakan ungkapan Rasa kangen Buat guru-guru yang telah mendidikku Di waktu yang Lalu, jasamu akan ku ingat selalu Oh Guru, Melalui Blog Berbagi Bersama Mengucapkan SELAMAT HARI GURU, untukmu Para guru Terkasih untukmu para Guru Tersayang Untukmu Pahlawan tanpa tanda jasa.

Posting Komentar

2 Komentar

  1. I used to be able to find good info from your blog articles.


    Feel free to surf to my site; wireless headphones for tv

    BalasHapus
  2. Hello there, I discovered your site by way of Google while
    looking for a related subject, your site came up, it appears good.
    I've bookmarked it in my google bookmarks.
    Hello there, just was aware of your blog through Google, and located that
    it is really informative. I am gonna be careful
    for brussels. I will appreciate for those
    who continue this in future. Numerous other folks shall be benefited from your writing.

    Cheers!

    Also visit my page girlfriend activation system online

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar!!